Letjen Yudi Abrimantyo lengser dari Kepala BAIS

Visual hanya ilustrasi
Jakarta- Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS berujung pada lengsernya Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo.
Pergantian jabatan ini disebut sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kasus yang menyeret sejumlah prajurit di bawah institusinya.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan bahwa penyerahan jabatan Kabais telah dilakukan pada Rabu (25/3) di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
""Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,"
Namun, Aulia tidak menjelaskan secara rinci apakah Yudi dicopot atau mengundurkan diri. Ia juga tidak mengungkapkan siapa sosok pengganti Kabais yang baru.
Kasus ini mencuat setelah terungkap keterlibatan empat prajurit Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI dalam aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Keempat prajurit tersebut telah ditahan oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI sebelum dipindahkan ke Pomdam Jaya. Mereka masing-masing berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES, yang berasal dari TNI Angkatan Laut (AL) dan TNI Angkatan Udara (AU).
TIM REDAKSI
Laporan ini telah melalui proses verifikasi data lapangan dan diotorisasi oleh tim redaksi investigasi Sahabat Kejaksaan News.
Laporan Terkait
Peringatan Keamanan: Seluruh datadan identitas yang tercantum dalam dokumen ini dilindungi oleh regulasi jurnalistik dan undang-undang keterbukaan informasi publik. Dilarang keras mereproduksi, mengubah, atau mendistribusikan laporan ini untuk tujuan manipulasi hukum.


