Trump Putuskan Serang Iran Lantaran Terlena Bujuk Rayu Netanyahu
TIM INVESTIGASI•24 MARET 2026•21.50 WIB•jakarta, INDONESIA

Visual hanya ilustrasi
Akses Berbagi
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut memutuskan menyerang Iran karena terlena bujuk rayu Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.
Sejumlah sumber yang mengetahui persoalan ini mengatakan kepada Reuters bahwa Netanyahu menelepon Trump 48 jam sebelum serangan pada 28 Februari untuk melobinya ikut berperang bersama Israel.
Menurut para sumber, Trump sebelumnya masih mempertimbangkan untuk menempuh jalur diplomatik dengan Iran. Meski begitu, Trump memang tidak mengesampingkan opsi militer.
TIM INVESTIGASI
Laporan ini telah melalui proses verifikasi data lapangan dan diotorisasi oleh tim redaksi investigasi Sahabat Kejaksaan News.
Laporan Terkait
Peringatan Keamanan: Seluruh data, koordinat, dan identitas yang tercantum dalam dokumen ini dilindungi oleh regulasi jurnalistik dan undang-undang keterbukaan informasi publik. Dilarang keras mereproduksi, mengubah, atau mendistribusikan laporan ini untuk tujuan manipulasi hukum.


